Kecukupan oksigen dan kesejahteraan janin merupakan kondisi fundamental yang harus terpenuhi agar janin dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di dalam kandungan. Gangguan terhadap suplai oksigen, perfusi uteroplasenta, maupun kondisi fisiologis janin dapat meningkatkan risiko morbiditas hingga mortalitas perinatal. Oleh karena itu, pemantauan kesejahteraan janin menjadi bagian penting dalam pelayanan obstetri modern guna mendeteksi secara dini adanya gangguan yang dapat membahayakan ibu maupun janin.
Kesehatan ibu dan anak pada fase 1000 hari pertama kehidupan memiliki peran yang sangat menentukan dalam membentuk kualitas sumber daya manusia di masa depan. Periode ini mencakup masa embrio, janin, bayi baru lahir, hingga anak berusia dua tahun, yang dikenal sebagai masa emas pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pemenuhan kebutuhan nutrisi, oksigenasi, serta pemantauan kesehatan secara optimal pada periode tersebut akan berpengaruh terhadap kemampuan kognitif, pertumbuhan fisik, produktivitas, dan kualitas hidup seseorang di masa mendatang.
Komitmen negara terhadap perlindungan kesehatan ibu dan anak semakin diperkuat melalui diundangkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 yang menjadi payung hukum dalam perlindungan rakyat Indonesia pada fase 1000 hari pertama kehidupan. Regulasi ini menegaskan pentingnya upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Dalam konteks tersebut, pemantauan kesejahteraan janin melalui teknologi modern seperti Computerized Cardiotocography (cCTG) dan Ultrasonography (USG) memiliki peranan penting sebagai sarana deteksi dini dan pengambilan keputusan klinis yang tepat untuk menjaga keselamatan ibu dan janin.
Buku ini hadir sebagai referensi ilmiah dan praktis bagi tenaga kesehatan dalam memahami konsep, interpretasi, penerapan teknologi pemantauan janin, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan maternal dan fetal di Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, unggul, dan berkualitas.
