Terinspirasi dari pengalaman nyata seseorang yang dengan tulus membagikan fragmen hidupnya, novel ini mencoba merekam perjalanan seorang perempuan yang harus menata ulang hidupnya, saat kenyataan membenturkan harapan dengan rahasia yang telah lama tersembunyi.
Selama dua puluh empat tahun, Rizka membangun keyakinan bahwa cinta dan kepercayaan adalah fondasi rumah tangga yang ia rawat. Tapi ketika kebenaran muncul dalam bentuk pesan tanpa nama, segala hal yang ia anggap pasti justru menjadi asing. Tentang anak-anak yang ia peluk dengan sepenuh hati, tentang suaminya yang ia percaya sepenuh jiwa, dan tentang dirinya sendiri yang perlahan kehilangan arah. Cerita ini bukan tentang benar atau salah semata, melainkan tentang keberanian melihat luka, menerima kehilangan, dan berdamai dengan kenyataan yang tak selalu seindah harapan.