Rapsodia Pena Spensada merangkai potongan
perasaan menjadi kisah yang dekat dengan
kehidupan sehari-hari. Di dalamnya, kata-kata
mengalir dari momen sederhana hingga pergulatan
batin yang tak pernah benar-benar selesai. Setiap
halaman menghadirkan napas yang hangat: kadang
lembut, kadang menohok, namun selalu jujur.
Tidak perlu pengalaman khusus untuk
terhubung—cukup pernah merasa ragu, pernah jatuh,
pernah berani berharap lagi. Setiap tulisan menjadi
pengingat bahwa manusia berjalan dengan caranya
masing-masing, dan kadang yang kita butuhkan
hanyalah kalimat yang menemani, bukan jawaban.
Rapsodia Pena Spensada mengajak pembaca
melangkah pelan, menikmati jeda, dan menemukan
diri di antara kata-kata yang sederhana
tapi mengena.
